“If we organize the majority of our work time around applying the principles of greatness, and stop and ignore everything else, our lives would be simple and our results vastly improved.” -Jim Collins, Good to Great
Halo bagaimana kabarmu? harus sehat dong!
Nah, kali ini kita sudah sampai pada bahasan yang terakhir
Yuk kita mulai pembahasannya..
Most things are unimportant.
Kebanyakan hal, sebenarnya tidak membutuhkan seluruh perhatian dan fokus kita.
Apakah yang didefinisikan dengan “important” sebenarnya simpel: Apakah hal tersebut berkontribusi untuk memperbaiki hidup kita? Apakah hal tersebut memberi kita kehidupan dan kepuasan?
Ketika saya berpikir lebih dalam, Hal yang paling penting bagi saya adalah beribadah, keluarga, kesehatan, dan pekerjaan saya. Semua hal selain yang saya sebutkan sebelumnya hanya sebagai pelengkap saja.
Tentu saja, apapun bisa dilakukan untuk memenuhi persyaratan setiap kebutuhan orang yang berbeda-beda. Semisal ;” Email merupakan hal yang essensial.” Bekerja lembur tidak bisa dinegosiasikan.” Melihat acara televisi yang tidak boleh terlewatkan.
Namun sebenarnya, apabila kamu memikirkan lebih dalam apakah maksud dari kewajiban “essensial” dan “krusial”. Kamu menyadari bahwa hal tersebut hampir tidak memiliki dampak bagi masa depanmu. Hal tersebut tidak membuat hidupmu lebih baik. Hal tersebut tidak berkontribusi untuk warisanmu kelak.
“Ignore what other people are doing. Ignore what’s going on around you. There is no competition. There is no objective benchmark to hit. There is simply the best you can do — that’s all that matters.” -Ryan Holiday
Semakin kamu paham akan hal ini, maka kinerjamu akan semakin baik untuk dapat menghasilkan suatu karya nyata yang fenomenal.
Hal ‘essensial’ sih apa yang perlu kamu hiraukan?
Apakah yang akan kamu hiraukan?
Bagaimana cara kamu menghabiskan waktu tersebut lebih baik lagi?
Kenapa kamu belum juga memulai hal tersebut?
Bagi saya, saya mengecek email hanya 2 kali saja ( terkadang hanya 1 kali. Pernah juga tidak mengecek sama sekali. Saya tidak pernah mengecek email kecuali saya bisa membalas email tersebut secara langsung. Saya menghiraukan sosial media, karena hal tersebut seperti wabah yang buruk. Yang saya dapat dari melakukan hal tersebut hanya iklan,clickbait, dan hiburan yang tidak menambah pengetahuan, dimana hanya membuat diri saya merasa kosong dan sedih.
Kemampuan kamu untuk mengabaikan hal yang tidak penting sama pentingnya dengan kemampuan kamu untuk fokus pada prioritas yang ada.
“Being perpetually busy is a kind of laziness.” -Tim Ferriss
In Conclusion
“The fact is: You are not a manager of circumstance, you’re the architect of your life’s experience.” — Tony Robbins
Jika kamu ingin menghilangkan gangguan dan membuat gaya hidup yang mempunyai hyper-focus setiap hari, kamu harus melakukan hal yang orang lain tidak mau lakukan.
Kamu harus membuat kategori untuk semua hal yang ada dalam 2 kategori : penting, dan tidak penting. Jika kamu membiarkan mediocrity kedalam hidup kamu, maka hidupmu akan menjadi mediocre ( orang yang biasa-biasa saja ). Ingat, apa yang kita toleransi merupakan hal yang akan kita dapat.
Penulis Darren Hardy pernah menulis:” Orang-orang sukses melakukan apa yang tidak berhasil dilakukan oleh orang-orang gagal.” Jika kamu ingin mempunyai hidup yang tidak dimiliki oleh orang lain, maka kamu harus melakukan hal yang tidak dilakukan oleh orang lain. Hilangkan semua gangguan. Buat sebuah kebiasaan dan ritme yang menghasilkan hyper-focus.
Jangan puas dengan hal yang baik saja. Korbankan sebuah hal yang baik untuk hal yang hebat.
Akhirnya selesai sudah postingannya nih..
Untuk postingan dilain waktu, kita akan membahas hal yang berbeda, jadi selalu kunjungi blog saya ya..
Artikel telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia , untuk artikel aslinya bisa dilihat disini
Semoga para sahabat pembaca setia blog ini akan selalu mendapat manfaat dari tulisan saya yang akan datang . Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca postingan saya
~Because Sharing is Caring~

0 komentar: